Definisi Gentle Birth dan Seluk Beluk Seputar Gentle Birth yang Perlu Diketahui


Gentle birth merupakan konsep primitif yang dikemas dengan perkembangan modernisasi yang ada sekarang ini., konsep ini berbeda dengan persalinan konvensional biasa atau bahkan sectio caesarea, gentle birth berfokus pada janin, dan membantu ibu hamil untuk mendapatkan pengalaman bersalin yang tenang, alami, dan jauh dari trauma.


via pictaram.com

Konsep gentle birth di Indonesia lahir dari tangan seorang bidan yaitu Robin Lim. Ia mendedikasikan hidupnya sepanjang 20 tahun lebih untuk membantu wanita-wanita miskin di Ubud melakukan persalinan.

via rscm.co.id

Menurut dr. Ali Sungkar, SpOG, spesialis kandungan dan kebidanan FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, gentle birth merupakan metode persalinan yang menggabungan persiapan pikiran dan mental dengan latihan self hypnosis atau hipnosis diri sejak awal kehamilan hingga proses persalinan berlangsung. Metode persalinan bisa dilakukan secara konvensional maupun alternatif. Syaratnya, kehamilan harus bebas resiko sama sekali dan bukan kehamilan kembar.
via zonamama.com
Sementara menurut Lanny Kuswandi, pakar hypnobirthing dari Pro V Klinik, Jakarta, gentle birth merupakan proses persalinan alami yang berlangsung dengan lembut untuk menyambut jiwa yang lahir ke dunia. Penolong dan pendamping harus membantu dengan tenang dan suara yang lembut, sehingga pada saat bayi lahir, suasana di sekelilingnya tenang, hening, dan penuh kedamaian. Hal ini bertujuan agar ibu tetap dapat mempertahankan kondisi relaksasi yang dalam (meditatif) selama persalinan berlangsung.


 

Menurut Yesie Aprilliagentle birth adalah sebuah filosofi dalam persalinan yang tenang, penuh kelembutan dan memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh seorang manusia. Penolong dan pendamping harus membantu dengan tenang dan suara yang lembut, sehingga pada saat bayi lahir, suasana di sekelilingnya tenang, hening, dan penuh kedamaian. 

Sedangkan Bidan Rhita, Rumah Sehat Bidan Bunda, berkesimpulan bahwa gentle birth adalah proses yang lembut,  proses sedari ibu hamil,  melahirkan, nifas sampai menyusui,  dan lembut itu adalah penuh dengan kasih sayang, cinta,  penuh kesadaran, penuh dengan doa, tidak ada ketakutan,  kesakitan, trauma dan amarah sehingga bayi merasakan kelembutan dan cinta kedua orang tuanya

Gentle artinya Lembut. Birth artinya Kelahiran. Jika di gabungkan bisa berarti, Lahir dengan penuh kemembutan. Siapa yang Lahir? Yang lahir bukan hanya bayi saja tetapi ibu, ayah, bahkan keluarga yang “dilahirkan” kembali dan mengalami transformasi yang luar biasa, dan proses ini terjadi sangat lembut dan minim akan trauma.

Dari berbagai definisi para pakar, tokoh, dan praktisi di atas, bisa digaris bawahi bahwa definisi gentle birth sebagai berikut :

  • Gentle birth adalah sebuah filosofi dalam proses kelahiran dan persalinan yang begitu tenang, penuh kelembutan dan memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh seorang manusia, sebuah pendekatan dalam proses kelahiran alami yang menggabungkan nilai-nilai dan keyakinan yang dianut oleh wanita itu sendiri.
  • Gentle Birth adalah metode melahirkan dengan pendekatan holistik yang ramah jiwa, menjunjung tinggi kearifan persalinan yang merunduk pada prinsip alam dan dilakukan pada lingkungan yang bersahabat dan familiar bagi seorang ibu.
  • Gentle Birth merupakan persalinan alami yang menitikberatkan proses kelahiran yang tenang. Memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh seorang manusia. Tanpa intervensi medis.

Jenis Persalinan Gentle Birth


Gentle Birth terdiri dari beberapa jenis persalinan, yaitu :

1 Water Birth

Adalah persalinan dilakukan di dalam air, untuk meringankan sakit pada ibu. Persalinan dalam air (water birth) merupakan salah satu metode alternatif persalinan pervaginam, berupa ibu hamil aterm tanpa komplikasi bersalin dengan cara berendam dalam air hangat (di bathtub atau kolam) dengan tujuan mengurangi rasa nyeri kontraksi dan memberi sensasi nyaman.

via inquistr.com

Rasa sakit pada saat persalinan dikurangi dengan menggunakan sarana berupa air hangat. Ibu dibiarkan bebas mengatur sendiri posisi yang paling nyaman.

Sebaiknya, ibu masuk ke dalam air setelah mencapai pembukaan 6, karena masuk ke dalam kolam atau bak mandi terlalu awal malah akan memperlama proses melahirkan karena air hangat membuat tubuh menjadi relaks.

Sebelum masuk air, ibu harus minum banyak air putih karena berendam dalam air hangat dapat menyebabkan dehidrasi dan menurunkan level energi. Dehidrasi menghambat otot-otot tubuh bergerak efisien dan menyebabkan lelah. 

Batalkan rencana water birth ini bila mekonium (pup pertama bayi) keluar ketika air ketuban pecah atau bayi Anda mengalami komplikasi, bila terjadi perdarahan pada ibu, terjadi keterlambatan pada pembukaan satu-dua atau bila kepala bayi tidak berada di bawah di jalan lahir.

Beberapa syarat persalinan water birth yaitu ibu hamil resiko rendah, Ibu hamil tidak mengalami infeksi vagina, saluran kemih, dan kulit, Tanda vital ibu dalam batas normal, dan CTG (cardiotocography) janin normal.

Selain itu, air hangat digunakan untuk relaksasi dan penanganan nyeri setelah dilatasi serviks mencapai 4-5 cm dan pasien setuju mengikuti instruksi penolong

2 Hypno Birth

Adalah proses selama mengandung, seorang ibu lebih banyak bermeditasi dan menenangkan diri.

via mindfulmum.co.uk

Sebelum proses persalinan –bahkan selama kehamilan– ibu melakukan self hypnosis untuk mencapai kondisi relaksasi yang dalam (meditatif) dan membebaskan diri dari rasa takut melalui latihan pernapasan. Dalam kondisi ini, tubuh akan memproduksi senyawa pereda rasa sakit alami yaitu hormon endorfin. Rasa sakit selama proses persalinan akan teralihkan dan minimal, atau hingga tak terasa. Dalam prosesnya ibu juga disemangati untuk melakukan visualisasi positif bahwa melahirkan itu lembut, bebas dari rasa takut, dan mudah. Batalkan rencana ini bila terjadi komplikasi medis pada ibu dan janin, bayi dalam kondisi tak normal atau bila bibir rahim tak cukup lebar.

3 Silence Birth 

Adalah proses selama melahirkan dimana ibu dibuat serileks mungkin, tidak panik, dan menangis.

Tidak ada lagi aba-aba atau perintah dari penolong persalinan untuk menyemangati ibu mengejan pada persalinan dengan cara ini. Metode yang dikembangkan oleh Ron L. Hubbard dari aliran scientology ini menghindari suara, baik oleh ibu yang  melahirkan maupun tenaga medis dan pendamping, sehingga tercipta suasana tenang, hening, damai, serta penuh cinta dan kebahagiaan. 




Suasana seperti itu menunjang ibu mampu menggunakan alam bawah sadarnya untuk menjalani persalinan serta mengalihkan persepsi rasa sakit dalam pikirannya. Batalkan rencana ini bila terjadi komplikasi pada kehamilan atau pada saat persalinan.

4 Lotus Birth 

Adalah persalinan yang membiarkan ari-ari dbiarkan lepas dengan sendirinya.

Kelahiran lotus adalah praktek tidak memotong tali pusat saat lahir dan menjaga bayi melekat pada plasenta sampai memisahkan secara alami dari pusar bayi sekitar 3-5 hari. Biasa juga disebut sebagai pusar (kabel) nonseverence. Jadi tali pusat dan plasenta yang menempel di pusar bayi tidak langsung dipotong usai ibu bersalin namun dibiarkan mengering sendiri dan lalu terputus sendiri. 




Biasanya plasenta dibalut dengan kain dan diletakkan di sebuah wadah seperti baskom yang sudah diberikan bunga-bungaan atau herbal tertentu. Kadang juga ditaburi garam laut untuk mempercepat proses pengeringan.

Para ibu yang pernah melakukan lotus birth merasakan banyak manfaatnya. Terutama manfaat psikologis, seperti kedekatan ibu dan bayi, kedamaian, ketenangan, dan perasaan tetap terhubung dengan bayinya walaupun bayi itu telah dilahirkan.

Tujuan Dan Kunci Persalinan Gentle Birth adalah Tentang Pemberdayaan Diri

Prinsip-prinsip Persalinan Gentle Birth

  • Kelahiran adalah sebuah siklus kehidupan yang pasti terjadi
  • Pengetahuan ibu menjadi modal utama yang diperlukan agar ibu semakin siap menghadapi proses persalinan, karena ibu siap menghadapai proses persalinan maka intervensi medis yang dilakukan akan lebih sedikit sehingga akan lebih sedikit trauma yang dialami oleh ibu.
  • Bayi-bayi yang dilahirkan pada kondisi yang nyaman dan dari ibu yang tidak stres akan memiliki kualitas yang lebih baik kedepannya dibandingkan bayi-bayi yang lahir dengan kondisi traumatis.

via allevents.in
  • Cahaya lampu harus redup.Dengan cahaya remang-remang, sang ibu akan merasa lebih santai dan aman, bahkan lebih mudah mengakses alam naluriahnya. Apabila si ibu menghadapi proses persalinan dengan tenang, tentu si bayi pun merasakan hal yang sama.
  • Menangkap dan memindahkan bayi baru lahir lebih lembut.Cara tersebut kerap dilanggar dalam proses persalinan di rumah sakit. Yang terjadi selama ini justru sebaliknya. bayi kerap dirangsang sedemikian rupa, sehingga menangis keras. Kita sering menganggap menangis keras adalah indikator bayi sehat. Padahal, bisa jadi indikator trauma, mengingat syaraf bayi 1.200 kali lipat lebih sensitif dibanding orang dewasa. Bisa Anda bayangkan, bagaimana sakitnya si bayi ketika tubuhnya digosok dengan handuk yang kasar.
  • Membuat suasana hening di dalam kamar bersalin.Untuk mendapatkan hasil yang baik maka sebisa mungkin buatlah suasana hening didalam kamar bersalin agar ibu bias merasa aman, tenang dan nyaman dalam menghadapi proses persalinannya.
  • Kebebasan bergerak untuk ibu.Ibu yang sedang menghadapi proses persalinan dapat memilih setiap posisi yang mereka inginkan dan membuat nyaman selama persalinan. Proses persalinan ibaratnya sama dengan proses ketika seorang manusia buang air besar. Selain memungkinkan ruang yang optimal bagi bayi untuk bergerak ke bawah dan melalui panggul, kebebasan bergerak serta posisi persalinan yang bebas juga membantu sirkulasi ibu menjadi lebih baik.
  • Membiarkan tali pusat utuh atau menunda memotongnya.Masalah penundaan pengekleman dan pemotongan tali pusat ini sebenarnya sudah disetujui WHO, namun masih sedikit rumah sakit bersalin yang mempraktikkannya.
  • Bayi harus segera berada di pelukan ibunya. Ini harus segera dilakukan setelah bayi lahir, dengan menunda semua prosedur yang dapat mengganggu fase ikatan tersebut.Seperti yang kita tahu, bayi yang baru lahir akan langsung dipotong tali pusarnya, lalu segera dipisahkan dari dekapan ibunya untuk dilakukan observasi di inkubator atau di ruang bayi.Membiarkan bayi merangkak di dada ibunya untuk menyusu.

Dalam gentle birth, IMD (Inisiasi Menyusui Dini) setelah bayi lahir merupakan kewajiban. Kecuali jika sang bayi mengalami asfiksia atau kondisi darurat yang memaksa bidan untuk segera melakukan tindakan demi menyelamatkan sang bayi.Menyediakan air hangat mendekati suhu rahim.

Meski sudah memperoleh restu WHO, konsep-konsep gentle birth masih mendapat sejumlah pertentangan dari dunia kedokteran.

Sejauh ini, yang sudah mulai diterapkan di beberapa klinik bersalin dan rumah sakit adalah persalinan di dalam air (water birth) dan hypnobirthing. Itu pun dengan syarat, kehamilan tidak mengalami komplikasi atau berisiko tinggi.

Tanpa menjadi alergi terhadap teknologi dan dunia medis, gentle birth memegang prinsip bahwa yang memegang kendali dalam kehamilan dan persalinan adalah tubuhnya sendiri. Bukan dokter, perlengkapan serba modern, maupun teknologi canggih.

Beberapa Aplikasi Dalam Gentle Birth


Gentle birth ini pada dasarnya sudah menerapkan beberapa aplikasi diantaranya :
  • Gentle Birth in Conscious Conseption
  • Gentle Birth in Coscious Pregnancy
  • Gentle Birth in Childbirth
  • Gentle birth in Breasfteeding
  • Gentle Birth in Parenting
Dimana semuanya haruslah dilakukan dengan mindfulness, dengan consciousness, dan dengan seimbang dan selaras.

Tips untuk Gentle Birth 



Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk dapat merasakan gentle birth :
  • Menghilangkan setiap mitos, ide, keyakinan atau sikap yang dimiliki tentang kelahiran yang negatif. Karena mitos, keyakinan dan sikap yang negatif justru bisa menjadi “musuh” tersendiri bagi gentle birth.
  • Ciptakan lingkungan yang positif, menenangkan dan mendukung. Ini termasuk dimana kita melahirkan, siapa yang akan menolong dan mendampingi kita, dan bagaimana cara kita melahirkan.
  •  Lepaskan diri dari kendala waktu, pembatasan gerakan, dan kebisingan.
  • Ciptakan lingkungan kelahiran yang santai; Ini bisa lingkungan yang tenang, cahaya rendah, pemberian minyak esensial, atau hal lain yang membantu bersantai.
  • Mengkomunikasikan pentingnya pengalaman kelahiran ke bidan atau dokter, pasangan, dan bahkan keluarga.
  • Merasa percaya diri dalam kelahiran, jujurlah dalam kelahiran yang kita jalani dengan diri sendiri dan orang lain dan jangan takut untuk mengadvokasi serta memberdayakan diri sendiri dalam menyambut proses kelahiran anak tercinta.

Akhirnya 

Proses persalinan yang tenang, lembut, santun dan minum trauma ini bukanlah sebuah standar operasional prosedur (SOP) atau seperangkat aturan yang harus diikuti. Sebaliknya, itu adalah sebuah pendekatan dalam proses kelahiran alami yang menggabungkan nilai-nilai dan keyakinan yang dianut oleh wanita itu sendiri.

Gentle birth membutuhkan persiapan sejak masa kehamilan. Baik persiapan fisik maupun mental calon ibu. Persiapan fisik meliputi latihan pernapasan, olahraga ringan, pijat, dan konsumsi makanan sehat. Mental ibu pun perlu disiapkan dengan rutin melakukan relaksasi hypnobirthing, meditasi, afirmasi positif, dan menjaga ketenangan jiwanya. Persiapan mental ibu menjadi hal penting yang akan memengaruhi kesuksesan gentle birth ini. 

Kunci sukses gentle birth menurut Aprillia (2014) adalah
  • High knowledge, 
  • Mindness & awareness, 
  • Healing birth, 
  • Trauma breathe, 
  • Relaks mind, Baby & body Balance, 
  • Mobility and gravity during labor, 
  • Gentle birth provider & support


-Dari berbagai sumber-

0 Comment:

Posting Komentar